Formula 1

Kontroversi GP Monaco Berlanjut, Red Bull Resmi Ajukan Banding

Kontroversi GP Monaco berlanjut setelah Red Bull dan McLaren mengajukan banding terhadap keputusan FIA.

Kontroversi hasil Formula 1 GP Monaco 2026 masih berlanjut. Red Bull Racing resmi mengikuti langkah McLaren dengan mengajukan banding terhadap keputusan FIA yang mengembalikan Pierre Gasly ke posisi ketiga klasemen akhir balapan.

Keputusan tersebut muncul setelah Alpine berhasil membatalkan penalti pit lane speeding yang sebelumnya dijatuhkan kepada Gasly. Hasil revisi itu membuat pembalap asal Prancis tersebut kembali naik ke podium, sementara beberapa pembalap lain kehilangan posisi.

Revisi Hasil GP Monaco Picu Reaksi Tim Rival

Tak lama setelah putusan steward diumumkan, McLaren dan Red Bull sama-sama mengajukan pemberitahuan niat banding. Kedua tim kemudian memiliki waktu untuk menentukan apakah akan melanjutkan proses tersebut atau tidak.

McLaren telah mengonfirmasi langkah banding mereka secara resmi. Red Bull juga dipastikan meneruskan proses yang sama, meski belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.

Di sisi lain, Mercedes memilih jalur berbeda dengan mengajukan permohonan “right of review” terkait insiden yang sama.

Pierre Gasly Kembali Naik Podium

Keputusan FIA mengubah hasil akhir GP Monaco setelah Alpine berhasil menunjukkan adanya masalah dalam sistem pengukuran kecepatan di pit lane.

Sebelumnya Gasly dijatuhi penalti yang membuatnya turun dari posisi podium. Namun setelah peninjauan ulang, penalti tersebut dibatalkan dan pembalap Alpine itu kembali menempati posisi ketiga.

Perubahan hasil tersebut berdampak langsung pada pembalap lain. Isack Hadjar kehilangan podium dan turun ke posisi keempat, sementara Oscar Piastri turun ke posisi kelima.

Red Bull dan McLaren Soroti Konsistensi Regulasi

Meski terdampak secara hasil, Red Bull dan McLaren menegaskan bahwa banding ini bukan sekadar soal posisi finis.

Kedua tim menyoroti pentingnya konsistensi penerapan regulasi dan kejelasan prosedur FIA dalam menangani penalti yang tidak dapat diajukan banding selama balapan berlangsung.

Bos Red Bull Racing Laurent Mekies mengatakan Formula 1 membutuhkan sistem yang jelas agar tim, pembalap, dan penggemar dapat memahami bagaimana sebuah keputusan diambil dan diterapkan.

Menunggu Keputusan Selanjutnya

Saat ini proses banding masih berjalan dan belum ada keputusan akhir dari FIA.

Hasil banding tersebut berpotensi menjadi preseden penting bagi Formula 1, terutama terkait penanganan kasus penalti yang baru diketahui bermasalah setelah balapan selesai.

Sorotan

Kasus GP Monaco menunjukkan bahwa persoalan terbesar bukan hanya siapa yang finis di podium, melainkan bagaimana FIA menjaga konsistensi aturan ketika kesalahan teknis ditemukan setelah balapan berakhir. Jika tidak ada kejelasan prosedur untuk kasus serupa, kontroversi seperti ini bisa kembali muncul dan memengaruhi kepercayaan tim terhadap sistem regulasi Formula 1.

Pertanyaan Umum

Mengapa Red Bull mengajukan banding hasil GP Monaco?

Red Bull menilai keputusan yang mengembalikan Pierre Gasly ke podium perlu ditinjau ulang demi kejelasan regulasi dan konsistensi penerapan aturan.

Apa yang menjadi sumber kontroversi GP Monaco?

Kontroversi muncul setelah penalti pit lane speeding milik Pierre Gasly dibatalkan sehingga hasil akhir balapan berubah beberapa hari setelah lomba selesai.

Siapa yang terdampak oleh perubahan hasil tersebut?

Isack Hadjar kehilangan posisi podium dan turun ke posisi keempat, sementara Oscar Piastri turun satu posisi ke peringkat kelima.

Apakah McLaren juga mengajukan banding?

Ya. McLaren lebih dulu mengonfirmasi banding sebelum kemudian diikuti oleh Red Bull Racing.

Kapan keputusan banding akan diumumkan?

Hingga saat ini FIA belum mengumumkan jadwal pasti keputusan akhir terkait banding yang diajukan tim-tim tersebut.


Sumber: Baca artikel asli di sini

Artikel Terkait

Back to top button